Nyamuk bagi kita pastilah binatang yang menyebalkan. Kalau nggigit gatel bukan main, dah gitu bisa nyebarin penyakit mematikan DBD. Bagi manusia, nyamuk adalah ciptaan Tuhan yang tidak berguna, saya setuju dengan pernyataan itu.
Saya tidak akan membahas kegunaan nyamuk bagi manusia. Tapi yang akan saya sharing adalah dari sisi kegigihan nyamuk mempertahankan hidupnya dengan menggigit dan menghirup darah manusia.
Allah Swt menciptakan dan menetapkan nyamuk harus hidup dari darah manusia ... sebuah kenyataan hidup yang sangat sulit kalau itu terjadi pada manusia ... hiiii ngeri. Tapi itu sudah menjadi suratan takdirnya, sudah menjadi Sunatullah bahwa nyamuk harus makan darah ...
Nah sekarang intinya ... pernahkah Anda memerhatikan bagaimana nyamuk terbang mendekati manusia mau nggigit ... kadang dia suka menjerit-jerit ... kalau bagi kita manusia kedengarannya "nggiiinggg" yang kadang bikin kita sebal.
Pernahkah terpikirkan oleh kita kalau itu sebenarnya dia sedang memohon ampunan dari Allah Swt ... bahwa bisa saja dia mati ketika harus memenuhi kebutuhan makannya ... karena begitu "plek" tangan manusia neplok pas dia sedang menggigit dan kena ... matilah dia.
Dia menjerit-jerit karena untuk memenuhi kebutuhan makannya "Toh Nyowo", bertaruh nyawa! Subhanallah ... Kalau dia lagi beruntung, manusia yang digigitnya sedang tertidur pulas ... puas dia menghirup darah manusia... tapi begitu kekenyangan dia jadi sangat lambat dan keberatan ... dan dia jadi sangat mudah diteplok manusia ... matilah dia.
Begitu menyadari kenyataan ini saya jadi suka kasihan sama nyamuk hehehe ... makanya saya kadang suka membiarkan mereka menggigit saya tapi sambil berdoa, "Ya, Allah saya sedang menyedekahkan darah saya untuk nyamuk ini ... biarkan dia makan darah saya untuk memenuhi rasa laparnya, namun lindungi saya dari segala penyakit yang dia tularkan ... saya yakin dia tidak bermaksud untuk menularkan penyakitnya kepada manusia," demikian doa saya.
Hehehe tapi saya tidak menyarakan Anda mengikuti saya lho, tetap bahwa nyamuk berbahaya bagi manusia karena dia bisa menularkan penyakit, jadi nyamuk boleh diberantas.
Hanya saja saya belajar dari hewan kecil ini, bahwa untuk memenuhi kebutuhan kita diwajibkan ikhtiar mati-matian... jelas dengan kreativitas dan kegigihan pastinya, namun begitu kita "gendut" (berkecukupan), jangan menjadi terlena sehingga tidak bisa terbang seperti nyamuk. Sedekah adalah upaya kita untuk tidak menjadi "gendut" seperti nyamuk ... melalui sedekah tidak hanya harta kita yang disucikan dan dibersihkan ... demikian juga dengan jiwa dan kalbu kita.
Melalui nyamuk ini saya tengah berupaya mengerti perumpamaan yang Allah Swt siratkan pada QS. Al Baqarah 26: "Sesungguhnya Allah tiada segan membuat perumpamaan berupa nyamuk atau yang lebih rendah dari itu. Adapun orang-orang yang beriman, maka mereka yakin bahwa perumpamaan itu benar dari Tuhan mereka,tetapi mereka yang kafir mengatakan:”Apakah maksud Allah menjadikan ini untuk perumpamaan?”. Dengan perumpamaan itu banyak orang yang disesatkan oleh Allah, dan dengan perumpamaan itu (pula) banyak orang yang diberinya petunjuk. Dan tidak ada yang disesatkan Allah kecuali orang-orang yang fasik."
Semoga bermanfaat,
Salam Sahabat Taat
ST Arwati
Tidak ada komentar:
Posting Komentar