Rabu, 27 April 2011

Meet and Greet with Muhammad Assad - Penulis Buku Notes From Qatar


Alhamdulillah, pada hari Kamis,tanggal 7 April 2011, kami berkesempatan mewawancarai Muhammad Assad pada acara Meet & Greet with Assad. Muhammad Assad atau yang biasa dipanggil Assad ini adalah penulis buku Notes From Qatar. Buku Notes From Qatar (“NFQ”) itu sendiri merupakan sebuah buku yang dibuat berdasarkan blog yang dimiliki oleh Assad (http://muhammadassad.wordpress.com) dan sudah dibaca oleh ratusan ribu orang dari berbagai penjuru dunia. Dengan semakin banyaknya permintaan dari para pembaca agar Assad membukukan isi dari blognya, maka akhirnya dengan dibantu oleh penerbit PT Elex Media Komputindo-Kompas Gramedia (melalui Sang Editor yaitu Ibu Tjandra), buku NFQ yang pertama terbit pada Januari 2011 tersebut, sudah dicetak ulang 4 kali sampai awal tahun 2011 ini. Di acara Meet and Greet di Bandung ini saja, buku berhasil terjual kurang lebih 100 buah hanya dalam waktu sekitar 2,5 jam!! Syukur Alhamdulillah…

Kesempatan untuk melakukan wawancara kepada Muhammad Assad, akhirnya terlaksana juga. Saat Bandung masih cerah, Kak Assad beserta rombongan dari Jakarta sampai juga di lokasi acara, kediaman Ibu Tami yang terletak di Jl Setiabudi, sekitar jam 9 pagi. Kak Assad datang juga lho beserta ibundanya, Ibu Revy Tarmidi. Setelah beramah tamah dengan tuan rumah dan panitia, kami berdua dipersilahkan untuk melakukan wawancara (singkaaaat saja) dengan Kak Assad, di sela-sela waktu Kak Assad menikmati hidangan sarapan bersama, karena memang waktu Kak Assad sangat terbatas, berhubung setelah beres acara di Bandung, ternyata Kak Assad harus segera kembali lagi ke Jakarta untuk jadwal-jadwal acara Kak Assad berikutnya. Wow Kak Assad jadi berasa seperti selebritis ya Kak? Berikut adalah petikan hasil wawancara kami berdua.
 
Saat wawancara berlangsung...
Pertanyaan pertama yang kami tanyakan kepada Kak Assad adalah bagaimana sikap pemuda sekarang terhadap agamanya. Karena sekarang banyak sekali remaja atau anak-anak muda yang sikapnya melanggar agama, bahkan anak-anak SMP seperti kami juga ada yang melakukan hal-hal seperti itu. Selanjutnya Kak Assad menjawab dengan langsung, bahwa menurut Kak Assad, setiap orang pasti memiliki agama atau pedoman hidup.  Mereka menjalani agamanya masing-masing. Dan mereka berbeda-beda pula dalam menerapkan dan menjalankannya, karena pelajaran agama yang dimiliki setiap orang dari kecil juga berbeda-beda, sikap mereka dalam menjalankan agamanya sangat dipengaruhi oleh pendidikan agama yang diterapkan di dalam keluarga masing-masing.

Bapaknya Assad berkata, “Pelajaran yang paling utama datang dari keluarga, karena anak-anak itu paling mudah menyerap pelajaran saat masih kecil dan itu adalah tugas keluarga. Bagaimana anak-anak muda Islam bisa belajar agamanya dengan baik ditentukan oleh bagaimana cara orang tuanya mengajarkan agama Islam itu dengan baik kepada anaknya sendiri”, ujar Kak Assad kepada kami.

Jadi memang ternyata, bekal ilmu agama sangat penting ya Kak Assad. Dan semua itu dimulai harus sejak dini atau sejak kecil dan dalam lingkungan keluarga (dan contoh teladan dari orang tua di rumah) seperti kata Kak Assad. Semoga kami ini pun bisa selalu terus belajar dan membekali diri kami masing-masing dengan agama Islam baik yang kami dapat darai rumah maupun sekolah.

Notes From Qatar berisi kumpulan catatan-catatan yang terdapat di dalam blog Kak Assad dan akhirnya dibukukan. Blog Kak Assad sendiri juga sudah dikunjungi banyak orang, dan mendapat tanggapan yang bagus sekali. Selanjutnya kami juga menanyakan pertanyaan tentang blog Kak Assad, “Berapa lama Kak Assad menyiapkan bahan materi untuk ditulis di blog? Dalam 1 minggu atau saat itu juga?

Kak Assad pun menjawab, “Saya memilih menulis di hari Jumat karena kalau di Timur Tengah hari liburnya adalah Jumat dan Sabtu. Pada hari Jumat di Timur Tengah libur, karena kami harus menjalankan shalat Jumat. Memang saya tidak langsung menulis pada saat itu juga, biasanya pada hari Senin saya sudah tahu atau ada ide ingin menulis apa. Beberapa hari sebelumnya saya mulai mencari bahan-bahan yang saya butuhkan untuk materi tulisan tersebut misalnya tentang sedekah, maka saya akan cari terlebih dahulu bahan-bahan pendukung materi tentang sedekah tersebut. Pada hari Jumat barulah saya menulis semua materi tersebut dan menjadikannya sebagai satu buah tulisan yang siap untuk diposting di dalam blog saya tersebut. Semuanya memang membutuhkan proses”. Kak Assad selanjutnya menjelaskan bahwa ia menyiapkan semuanya untuk materi penulisan tersebut biasanya dalam jangka waktu 1 minggu.

Di dalam buku NFQ tersebut, Kak Assad sempat membuat suatu catatan menarik yang berhubungan dengan olahraga sepak bola. Pada saat di Qatar, Kak Assad mendapatkan tiket gratis, free menonton pertandingan bola antara kesebelasan Brazil vs. England. Kami menanyakan apa  perasaannya  pada saat ia akhirnya bisa mendapatkan  tiket gratis nonton  pertandingan sepak bola tersebut. Kak Assad menjawab,“Hal itu sangat amazing dan luar biasa, karena bisa nonton bola di tempat yang nyaman. Semuanya berawal dari niat untuk melakukan atau  mendapatkan sesuatu, selalu tanamkan pada diri kita bahwa kita “BISA, sungguh  karena otak kita akan memproses jalannya keinginan tersebut, hingga kita bisa meraih apa yang kita inginkan .Seperti yang tercantum dalam Alquran, yaitu dalam surat Ar-Raad ayat 11, ”....Sesungguhnya Allah tidak merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri....”

Salah satu jalan menuju keberhasilan adalah dengan bersedekah. Menurut Kak Assad, dengan melakukan sedekah itu kita berniat membantu orang lain dan kita juga memohon kepada Allah agar niat baik kita dapat dikabulkan, misalnya seperti keinginan yang luar biasa untuk bisa menonton pertandingan bola antara Brazil vs. England waktu itu. Jadi ceritanya, pada saat menonton pertandingan tersebut, Kak Assad melihat didepannya ada tiga buah kursi VVIP yang kosong  dan ia berpikiran, ”Hmmmm… kira-kira kalo aku duduk di situ diusir nggak ya?” Kak Assad  akhirnya mencoba untuk pindah dari tempat duduk sebelumnya ke tempat VVIP tersebut, yang so pasti berasa lebih nyaman, dan ternyata kursi itu memang tidak ada yang menduduki. Sehingga sepanjang pertandingan Kak Assad bis menduduki kursi VVIP tersebut. Keinginan Kak Assad pun akhirnya terwujud untuk dapat duduk di tempat yang lebih nyaman dan pastinya bisa lebih dekat melihat berlangsungnya pertandingan. It’s so amazing bukan?? Kak Assad menjelaskan bahwa kita jangan pernah putus asa dan rajin-rajinlah untuk bisa melakukan sedekah.

Pertanyaan selanjutnya dari kami untuk Kak Assad adalah mengenai rencana kehidupannya setelah menyelesaikan pendidikan S2 nya di Qatar. Kak Assad menjawab, ”Saya akan mencoba bekerja atau mencari peluang usaha dulu di Qatar, sehingga saya bisa mendapatkan pengalaman bekerja di sana dan berhasil, kemudian saya akan pulang kembali ke Indonesia.” Semoga Kak Assad bisa lancar dalam menyelesaikan studi S2nya. Kalau sudah selesai, jangan lupa ya Kak Assad, balik lagi ke Indonesia supaya bisa bersama-sama membangun Negara tercinta kita ini lho…

Pengalaman Kak Assad ini, semoga juga bisa menjadi contoh dan pemicu semangat bagi kami, supaya terus semangat dalam meraih ilmu setinggi mugkin. Jangan pernah kenal apa yang namanya putus asa ya Kak! Menempuh studi dengan beasiswa pun jangan pernah takut berharap. Seperti dikutip dalam buku NFQ, Kak Assad ingin meyakinkan teman-teman bahwa setiap orang pasti bisa mendapatkan beasiswa, asalkan benar-benar berusaha dan selalu gunakan nilai 3P yaitu Positive, Persistence dan Pray (nanti akan kami bahas sedikit di bawah tentang 3P ini yaaa), hingga tujuan tercapai: Ikhtiar – Tawakkal – Doa. Ikhtiar adalah usaha maksimal kita sampai bener-bener mentok tok tok. Tawakkal adalah penyerahan diri kita kepada Sang Penguasa. Dan doa adalah bentuk kehambaan kita yang merasa lemah dan tak mampu berbuat banyak tanpa pertolongan dan izin Allah SWT. Doa juga bisa bermakna beribadah kepada Sang Pencipta.

Selanjutnya, mengutip dari isi buku Kak Assad mengenai konsep atau nilai penting dalam hidup kita “3P’s” yaitu POSITIVE, PERSISTENCE  dan PRAY (selanjutnya 3 hal ini menjadi suatu tagline untuk buku NFQ tersebut). Mengenai 3 hal ini bisa kami paparkan dengan mengutip dari bukunya Kak Assad tersebut yaaa…
Nilai 3P’s

1. Positive

Sikap pertama kali yang harus ditanamkan dan dibangun ya yakin pasti bisa! Bukankah Allah SWT sendiri yang bilang bahwa “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku”. Jadi semua tergantung dan berawal dari pikiran kita. Niat yang positif akan membuat langkah kita selanjutnya menjadi positif juga.

Berpikir positif bukan hanya saat di awal, namun hingga tujuan tercapai. Misalkan dalam perjalanan terjadi hal-hal yang di luar keinginan kita, jangan langsung berpikiran buruk kepada Allah SWT, karena yakin Dia Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-hambaNya. Akhirnya, ingat selalu ayat ini agar tidak pernah berburuk sangka kepada Sang Maha Pencipta

“Boleh jadi engkau membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi engkau menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-baqarah [2] : 216)

2. Persistence

Nilai kedua adalah Persistence, atau terus menerus berusaha dan jangan menyerah. Mantan Presiden Afrika Selatan pernah mengatakan, “The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” Inilah yang disebut persistence, atau seperti bulldozer yang terus bergerak sampai tujuan mendapatkan beasiswa tercapai. Kalo gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi! Gagal itu biasa, tapi meratapi kegagalan itu yang tidak biasa.

Kak Assad sependapat dengan apa yang disampaikan oleh mantan PM Inggris, Sir Winston Churchill, “Success is going from one failure to another failure without losing enthusiasm”. Kak Assad merasa ini sangat relevan dan berlaku di mana saja, misalnya cerita tentang Thomas Alfa Edison pun baru berhasil menemukan lampu di percobaannya yang ke 1000! Coba bayangkan kalo di percobaan ke 700 dia sudah menyerah, bisa jadi kita masih hidup dalam kegelapan hingga sekarang ini.

3. Pray

“(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60).

Doa adalah senjata orang beriman. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa doa adalah otak / pangkalnya ibadah. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya mustahil. Tidak ada yang jatuh dari langit secara cuma-cuma. Istilahnya, “no free lunch, man!”

Sebaliknya, jika berusaha saja tanpa berdoa kepada Sang Pencipta, maka itu suatu kesombongan. Karena seluruh alam semesta ini adalah milik-Nya. Sehelai daun jatuh pun atas izin-Nya, apalagi untuk mendapatkan beasiswa! Kalaupun misalkan kita merasa berhasil mendapatkan sesuatu tanpa pertolongan Allah SWT, maka percayalah bahwa hasil yang diperoleh tidak akan membawa berkah.

Kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah SWT. Orang yang tidak mau berdoa kepada-Nya adalah orang yang sombong dan Allah SWT murka kepadanya. Rasulullah SAW bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi).

Kami merasa 3 nilai tersebut sangat penting untuk dapat diterapkan dalam keseharian kita. Terima kasih Kak Assad, sudah mau berbagi pengalaman dan ilmunya melalui catatan-catatan dalam blognya, yang akhirnya Alhamdulillah bisa diwujudkan dalam bentuk buku NFQ tersebut. Semoga, kami juga bersama teman-teman semua bisa melakukan 3 nilai tersebut, POSITIVE, PERSISTENCE  dan PRAY, supaya kami pun bisa berhasil nantinya. It’s soooo inspiring Kak Assad!!

Demikianlah hasil wawancara kami dengan Muhammad Assad, kami sangat berterimakasih kepada beliau yang telah memberikan waktunya untuk dapat berbagi pengalaman dan ilmunya (kepada kami berdua yang masih muda ini hihi… pastinya akan bermanfaat banget kesempatan mendapatkan sharing langsung dari Kak Assad tersebut, syukur Alhamdulillah juga kepada Allah tentunya atas kesempatan berharga tersebut! Jadi ingat terus niiih dengan 3P. Semangaaat…). Jangan lupa Kak Assad, kalau nanti ada liburan lagi, jangan lupa mampir ke sekolah kami Mutiara Bunda Bandung yaaa, supaya teman-teman juga guru-guru kami semua bisa juga mendapatkan kesempatan bertemu dan sharing bersama Kak Assad (hehe ditunggu jadwal liburannya ya Kak Asad, pasti makin seru dengan cerita dan pengalaman Kak Assad lainnya yaaa…). Dan tentunya kami juga ingin mengucapkan terima kasih yg sebesar-besarnya kepada Majelis Tafakur Mutiara Tauhid serta SMP Mutiara Bunda yang telah memberikan waktu, kesempatan dan izin kepada kami untuk dapat melakukan wawancara ini.

Apabila terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyampaian dalam penulisan ini, kami berdua menghaturkan maaf, karena pastinya suatu kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah SWT. Semoga tulisan ini akan membawa manfaat bagi kita semua yaaaa…

Wassalam,
Rahma Haura Alifa dan Muhammad Galang Alfaza
(Siswa kelas 7 SMP Mutiara Bunda)
 
 
Setelah beres wawancara, pasti doong foto bareng Kak Assad
buat “barbuk” alias barang bukti hihihi….
 
 Saat acaranya berlangsung niih.. Kak Assad jadi narasumbernya!
 
 
Saat berlangsungnya book signing, hebaat sekitar kurang lebih 100 buku
ludes terjual dalam acara ini. Alhamdulillah….

Minggu, 24 April 2011

Di RumahMU - Makkah (Berkunjung dan 'Dikunjungi' bag-2)

Makkah, 23 Maret 2011

Assalamualaykum… Shabaahal Khaair…. Yaa Syabaab.. Kayfa haalukum al-yaum...

Ihram…

This is the time… my ‘journey’ is about to begin… bisik saya dalam hati sambil merapihkan kerudung. Setelah mandi bersih sesuai sunnah Rasulullah. Hakikatnya mandi adalah untuk membersihkan diri dari kotoran lahir. Saya juga berniat kuat untuk membersihkan lahir batin saya dari kotoran hati, pikiran, ucapan, dan perbuatan. Amiin, semoga saya bisa.

Ihram, Thawaf, Sai, Tahalul… itu rukun Umrah. Tapi seberapa dalam saya memahami makna ini semua yang akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari nanti sebagai seorang umatNya? Sebagai seorang ibu, istri, anak, sahabat?... di sini saya ingin berbagi. *Maklumi keterbatasan ilmu saya ya J*

Dalam bus menuju Bir Ali, Ustadz Budi Prayitno selalu mengisi waktu dengan tausyah ringan tapi dalam maknanya. Tentang sejarah islam, tentang arti kita sebagai manusia dimata Allah, tentang kisah-kisah dari sesama saudara kita yang bisa kita ambil pelajaran. Dan akhirnya bertambah lagi ilmu kami. Jazakumullah Khairan Katsiran Pak Ustadz..

Perlahan bus meninggalkan Madinah, diikuti dengan perasaan haru, sedih, dan sudah merasakan rindu sebelum saya benar-benar meninggalkan Madinah. Hampir sepanjang perjalanan tangan saya selalu menggenggam erat tangan suami, sambil selalu berucap syukur akan nikmat Allah yang satu ini.

Saya kebetulan selalu dapat kursi di bus di baris kedua dari depan, persis di belakang Pak Ustadz. Saya tengok ke belakang, satu per satu saya perhatikan jamaah-jamaah, saudara-saudara yang baru saya kenal beberapa hari ini.. Dengan wajah yang sama bahagianya, karena akan berkunjung ke rumahNYA. Semua memakai penutup badan yang sama, ber-ihram. Kita semua melepas atribut duniawi seperti pangkat, jabatan, status, profesi, nama besar.. tidak terlihat di sini.

Kita semua sama di mata Allah.. ini makna berbaju ihram. Sungguh kita hanya terdiri dari susunan ruas-ruas tulang yang berbalut daging, yang hanya karena Rahman Rahim Allah-lah kita diberi kehidupan, ditambah sepotong akal (akal dan qalbu-) yang membedakan kita dengan makhluk lain ciptaan Allah yang bernama hewan. Di mana tubuh ini, jasad ini semua dalam ketetapanNYA dan dalam janjiNYA. Allahu Akbar. Berbaju ihram pun seperti symbol kalau kita ‘pulang’ nanti, hanya terbungkus kain putih tanpa ada jahitan. Saking Allah ingin mengingatkan kita akan persiapan ‘amal’ yang akan dipertanyakan kelak di alam barzah. Bukan berapa besar rumah yang kita miliki. Atau pangkat apa terakhir kita di dunia sebelum kita mati?.. Hanya amal. That’s it!

Terpejam mata ini, mengingat perjalanan ibadah haji saya belasan tahun yang lalu. Saya tidak ingin perjalanan kali ini sia-sia tanpa membawa ‘oleh-oleh’ hikmah saat pulang nanti. Apa tujuan saya? Apa tujuan kita semua? Tentunya ingin ibadah ini mabrur. Ingin agar kita tidak tergolong dalam kelompok orang-orang yang merugi karena tidak bisa menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Tujuan datang ke sini untuk ibadah semata untuk mendapatkan ridhoNYA.

Merapat bus memasuki halaman parkir di masjid, di Bir Ali  kami semua melaksanakan sholat sunat ihram 2 rakaat. Selepas itu berangkat lagi menuju Makkah Al Mukaramah. Dan mulailah kami semua berniat umrah dipimpin Ustd.Budi Prayitno.

Labbaik Allahumma ‘Umratan

Ya Allah, aku datang untuk memenuhi panggilan-MU, untuk melaksanakan ibadah umrah..

Yaa Allah … betul-betul perjalan ini mengasah qolbu saya. Seperti apa nama ALLAH tertanam di hati saya? Air mata selalu keluar saat hati dan bibir berucap namaMU. Saya datang Ya Allah… akhirnya kami datang… Lalu Semua jamaah  melantunkan Talbiyah ..

Labbaik Allahumma Labbaik, Labbaika la Syarikala Labbaik,

Innalhamda, Wanni’mata Laka Walmulka Laa Syarikalak…

Aku datang memenuhi panggilanMU Ya Allah, aku datang memenuhi panggilanMU Ya Allah,

Aku penuhi panggilanMU, tidak ada sekutu bagi-MU.

Sesungguhnya segala puji, segala nikmat dan segala kekuasaan adalah milikMU semata.

Tidak ada sekutu bagiMU…

Setelah check in di hotel dan istirahat sekadarnya, mulai kami dibimbing Ustadz menuju Masjidil Haram… Subhanallah…. Aduuuuh…. Deg-deg-an menjadi-jadi…

Bismillahirrahmanirrahim…

Dan akhirnya Ka’bah ada di depan mata. Suara-suara sesama jamaah bersautan halus saling merintih takjub, berkaca-kaca mata kami, bergetar bibir kami mengagumi RumahMU Ya Allah… Mengagumi magnet seluruh roh muslim di muka bumi. Lalu Ustdaz Budi mengajak jamaah bersujud syukur di hadapan Ka’bah, mensyukuri nikmatNYA, undanganNYA, izinNYA karena kami semua bisa ada di sini. Dan selanjutnya… mulailah kami melaksanakan rukun yang kedua. 

Thawaf…

Tenang dan pasti ustadz menuntun kami semua melangkahkan kaki, bertasbih, tahmid, tahlil mengagungkan namaNYA dimulai dengan mengecup jauh Ka’bah dengan mengucap “Bismillahi Allahu Akbar”… Bergetar, merinding, dahsyat melihat ratusan umat manusia, mendengar dengungan doa, ratapan permohonan ampun, linangan air mata, semua berputar mengililingi Ka’bah... berputar diporos yang sama... selalu sama... dan tak akan pernah terputus sejak ribuan tahun yang lalu. Isn’t that amazing??? ….

Adakah yang pernah mengubah aturan cara berputar? Mengurangi  atau menambah jumlah putaran? Saya yakin tidak ada. Di mana akan kita temukan di muka bumi ini kejadian seperti ini? Hanya di sini.. Di RumahMU Ya Allah… Berbusana sama, meratap, memohon, hanya pada sang Khalik.

Putaran pertama…. Bibir ini memuji asmaMU Ya Allah, mengagumi kekuasaanMU, ke-Maha KayaanMU. Lalu semilir tercium wangi yang entah hanya bisa saya temukan di sini..  wangi yang selalu kurindukan, suara desahan nafas ummat yang menangis karena taubat .. yang malu-malu bahkan terang-terangan mengakui kebodohan… Astaghfirullah Ya Allah… Yang Maha Pengampun, ampuni dosa kami semua…

Dengan berbekal buku doa thawaf dan sai di tangan dan tuntunan doa dari Ustd.Budi, kami berputar mengelilingi Ka’bah… Setelah tuntunan doa selesai tapi satu putaran Ka’bah belum selesai, saya isi dengan doa saya sendiri sambil  memejam mata, mencoba sangat-sangat khusyuk berdoa pada Allah… Di RumahMU, dengan suami di sebelah.. Fabiayyi alaairobbikumatukadziban…

Di putaran berikutnya.. terbayang wajah Umi dan Dato (ayah dan ibu) saya… Ya Allah, berderai deras air mata saya, bahu terguncang hebat, ingin rasanya saat itu bersimpuh di kaki mereka. Tiba-tiba terbayang jelas wajah Umi dan Datoku yang semakin tua. Yang sudah mulai memutih rambut mereka, melemah kekuatan fisik mereka tapi semakin kuat doa-doa mereka untuk saya Ya Allah…

Ya Allah Ya Rahman Ya Rahim Ya Dzalzalai wal Ikram,  ampuni dosa mereka, sayangi mereka, bahagiakan lahir batin mereka, sejahterakan jasmani rohani mereka. Sungguh mereka adalah orang tua yang terbaik. Ampuni mereka Ya Rab, jika mereka lalai beribadah saat mereka sibuk mencari nafkah untuk kami, hanya karena ingin melihat kami semua anak-anaknya bahagia. Angkat derajat mereka Ya Rab, perbaiki semua urusan mereka.  Saya mohon di jannahMUlah jadi tempat mereka kelak.. amiin..

Putaran kedua, ketiga dan seterusnya… Di masing-masing putaran, saya memuji dan memohon ampunan… dan khusyuk berdoa untuk rumah tangga saya, untuk suami tercinta, anak-anak terkasih, ..Ya Allah... aku mencintai mereka karena Allah Ta’ala… Jangan lebihkan cintaku pada mereka melebihi cintaku padaMU Yaa Rabb… Ya Rabb, selamatkan pula bangsa kami, pemimpin-pemimpin negeri kami… Amiiin..

Sendu mata ini merekam Ka’bah di samping kiri.. Apakah Ka’bah itu? Batu berbentuk kotak, dibungkus kain hitam… Tapi apa maksud ini semua...? Kita bukan diajak untuk mentuhankan Ka’bah itu.. tapi seperti magnet yang sangat kuat, putaran Thawaf ini seperti putaran yang mendekatkan diri kita dengan Sang Khalik. Ada janji di situ, janji ingin mendekatkan diri dengan Allah, janji ingin melaksanakan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA. 

Ya Allah… jangan tinggalkan kami saat iman ini sedang melemah. Ingatkan kami saat KAU beri nikmat, Peluk kami saat KAU uji saya dengan ‘sentuhan’ ringanMU, sehatkan rohani kami setelah KAU beri aku obat ‘ujian’ yang pahit terasa..  Sungguh kami dalam ketetapanMU, dalam aturanMU. Bimbing kami mengikuti aturanMU Ya Rab.

Sa’i…

Setelah beristirahat sejenak setelah Shalat sunat Thawaf, segelas zamzam saya teguk nikmat.. membasahi kerongkongan yang kering karena habis merengek minta ampun pada Allah. Kami melangkah kearah bukit Shafa.. Ya Allah… Alhamdulillah.. masih KAU izinkan hamba ke sini…

Berdiri para rombongan berbaris, mendengar intruksi dari Ustd.Budi dan dimulailah sa’i… Berjalan dan sedikit berlari kecil antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Semua jamaah penuh keyakinan, mantap, berjalan beriiringan.

Saya menggandeng seorang teman, yang tidak pernah saya lihat pipinya kering. Selalu basah oleh air mata. Saking disayangnya dia oleh Allah, saking Allah ingin mengangkat derajatnya, Allah uji dia dengan penyakit yang tidak main-main yang diderita oleh putranya… juga ujian sakit pada suaminya, serta jatuh bangun usahanya. Tapi dia memiliki senjata ampuh, which is Doa dan Sedekah Cintanya.. Subhanallah…  Ya Allah, sungguh hanya KAU yang paling mengetahui, umatMU yang mana yang kuat menerima ujian-ujianMU.. Diana Ekarini, selamat ya sayang, kamu sudah jadi orang yang ‘terpilih’… ikhlasmu yang menjadikan semua bernilai ibadah. Barakallahu Fiikum Diana….

Apa Sa’i itu? Bukan hanya berjalan bulak balik kita antara dua bukit. Allah dan Rasulullah tidak akan memerintahkan atau mensunnahkan kepada kita sesuatu yang tidak ada artinya. Ini bukan hanya olahraga jalan kaki. Salah besar orang yang menilai ibadah umat islam hanya seperti kegiatan olahraga saja (takbir, ruku, sujud, thawaf, sa’i).. Di Sa’i ini ada komitmen kita dengan Allah…

Lagi-lagi janji kita dengan Allah. Bahwa kita berjanji tidak akan putus berikhtiar. Berikhtiar untuk menjadi umatNYA yang lebih baik. Berikhtiar untuk mencari nafkah, Berikhtiar untuk mencapai ridhoNya. Ikhtiar yang keluar dari keyakinan. Keyakinan yang membuahkan sikap. Keyakinan semua umat muslim di muka bumi akan adanya Allah dan hari akhir, ini yang membuahkan sikap taqwa semua umat akan aturan-aturanNYA. Allahu Akbar….

Tahalul..

Yaa Allah…. Kalau boleh saya lompat-lompat dan teriak.. Bahagia karenaMU. Saat saya pandang suami menggunting rambut dalam Tahalul. Dengan makna membersihkan diri kita, mensucikan diri dari kotoran dan dosa-dosa… Dengan ridhoNya, Insya Allah bersih pula kami dari dosa-dosa... Alhamdulillah… Ya Allah, Ya Robbana, selesai sudah umrah kami. Terima ibadah kami Ya Allah. Ibadah yang masih jauh dari sempurna. Sempurnakanlah dengan keMaha SempurnaanMU … amiiiinnnn

Orang yang melaksanakan ibadah haji dan umrah adalah para tamu Allah. Karena itu, manakala mereka memohon kepada_NYA, niscaya Ia memenuhi permohonan mereka. Dan manakala mereka memohon ampun, niscaya Ia mengampuni mereka. (Hr. Ibn Majah dan Ibn Hibban).

Di Thawaf Wada itu…

Tidak ada yang tidak mengeluarkan air mata. Tidak ada yang tidak memohon kembali. Semua ingin mendapatkan undangan istimewaNYA. Saling berpelukan dan bersalaman sesama jamaah, mohon maaf lahir dan batin, mohon diterima sebagai keluarga baru. Berjanji akan memanjangkan silaturahmi. Indahnyaaa… Senyum bahagia jelas terpancar dari wajah-wajah yang bersinar. Wajah yang bahagia karena sudah dijamu sang Kekasih.

Ustadz Budi memimpin doa dan bersama-sama mengajak kita kembali lagi ber-janji kepada Allah, di depan pintu Ka’bah. Berjanji tidak akan pernah meninggalkan sholat, akan membaca Al Quran setiap saat, tidak berbohong… (white lies ke anak-anak masih boleh kan pak ?.. hehehe) … dan beliau memimpin doa-doa indah lainnya yang membuat hati ini sangat tersentuh.

Ini moment yang sangat indah, kesempatan emas, lalu lembut tangan saya menarik suami agar mendekat di depan pintu Ka’bah. Berdua kami bermunajat, mengangkat tangan di depan pintu Ka’bah. Saat itu berasa hanya ada kami bertiga. Aku, suamiku, dan Allah. Dengan memohon tuntunan Allah, pun dalam berdoa kepadaNYA, saya sampaikan permohonan ampun kami berdua, dan permohonan lainnya, Ya Allah, tumbuhkanlah rasa sayang di antara kami berdua, yang rasa sayang itu hanya datang dariMU. Berikan tatapan sayang kepada kami berdua satu sama lain. Tuntun kami dalam mendidik amanahMU. Jadikan rumah tangga kami surga bagi kami di dunia dan akhirat. Lapangkan hati kami, langkah kami, rezeki kami. Ya Rab, air mata ini berderai karena takutku padaMU, karena pintaku hanya padaMU. Aku berdiri mendampingi suamiku bukan karena takut aku padanya, tapi karena takutku akan aturanMU tentang dia. Ya Rab, izinkan kami kembali lagi ke sini bersama keluarga kami.. Amin.. Dan suamiku, imamku menutup dengan doa selamat. Fabiayyi alaairobbikumatukadziban… Maka nikmat Allah mana lagi yang engkau dustakan…  

Tafakur …

Banyak hikmah di balik perjalanan ini semua. Dengan keterbatasan ilmu saya, dengan kekurangan saya.. saya mencoba mentafakuri semua.

Tanah haram… Haram bagi manusia datang ke sini jika tidak memiliki keyakinan akan keIlahiyan.. Haram bagi mereka yang tidak yakin pada Allah dan Rasulullah.  Haram bagi manusia yang datang ke mari dengan membawa kesombongan. Bahwa kita harus yakin di balik setiap denyut nafas kita ada ketetapan Allah di situ.

Di tanah haram ini semua seolah terbuka di sini. Akan ditunjukkan kekeliruan kita selama ini. Sering kita dengar cerita teman, saudara akan teguran-teguran instan dari Allah di tanah haram. Sesungguhnya saya meyakini, Islam tidak mengenal hukum karma. Tapi Allah menyebutkan di Al Quran bahwa kebaikan sebesar biji zarah pun akan dibalas oleh Allah. Demikian pula sebaliknya.

Di sini seolah didekatkan antara sebab dan akibat. Antara hukum dan kenyataan. Antara keyakinan adanya Yang Maha Melihat dan masa bodo kita tentang keberadaanNYA.

Ka’bah itu ibarat rumah. Rumah tempat kita kembali. Kembali dari luar rumah setelah beraktivitas penuh. Belajar, bekerja, beribadah, dengan jutaan masalah di luar sana. Seperti biasa jika kita kembali ke rumah kita ingin beristirahat, menemukan rasa nyaman, tentram, terlindung dari panas dan hujan. Seperti itulah Ka’bah. Menenangkan, menyejukkan, tempat ibadah yang mulia. Ah, andai kita bisa setiap saat mengunjungi rumahNYA…

Sejak dari rumah, susunan doa sudah tertata rapi di benak saya. Buku-buku doa pribadi beberapa saya bawa dan selalu ada di tas setiap saya ke mesjid. But you know what? Tidak ada satu pun yang saya sentuh. Bukan karena saya sombong. Justru, saya malah tidak bisa berkata apa-apa saat  saya bisa duduk bermunajat di multazam. Yang ada bukan saya memohon doa, tapi hanya ada rasa malu yang amat sangat. Malu karena saya datang tidak membawa apa-apa. Tidak punya apa-apa. Sangat miskin. Saya datang hanya membawa dosa, keluhan, hina, permohonan, tuntutan… Ya Allah…. Ampuni saya…

Islam itu indah. Rahmatan lil alamin.  Sangat sempurna. Semua penuh makna, selalu ada maksud Allah yang DIA ingin kita semua Iqro dan Tafakuri. Islam itu komitmen. Selalu kuat antara hubungan aku dan DIA, Allah dan manusia. Begitu sempurnanya ajaran ini, sehingga hal kecilpun diatur olehNYA. Bahkan jauh sebelum peradaban manusia semaju sekarang. Islam betul jika kita menjalani komitmen sesuai dengan perintahNYA. Makanya, kita jangan sok tau.

Bahwa kita sering tidak mensyukuri nikmat dari Allah. Dengan mengukur apa yang didapat pada orang lain. Kalau saja kita mau mengukur bukan hanya dari kesenangan yang diperoleh orang lain, tapi mau mengukur diri dengan ujian-ujian yang ditimpakan Allah kepada orang lain, disitulah baru kita memahami makna syukur. Bersyukurlah… agar Allah semakin menambah nikmat kepada kita. Jangan sok tau, jangan mengatur Allah. Memohon dengan doa itu adalah wajib. Tapi saat Allah tidak atau belum mengabulkan doa kita, itulah yang terbaik yang Allah beri buat kita saat ini.

Sekarang... sanggupkah saya, kita menjaga ‘ihram’ saya? Tidak berkata buruk, tidak menyakiti sesama maupun lingkungan, tidak berkelahi, mulut selalu berdzikir mengingatNYA?... Bahwa setelah umrah adalah bukan jaminan kalau kita lebih baik dari orang lain. Tapi kita wajib berikhtiar untuk menjadi lebih baik dan bermanfaat bagi banyak orang. Juga melawan yang ada didiri kita, yaitu nafsu kita sendiri dan mengendalikannya.

Terima kasih pada Allah SWT, yang masih mengizinkan saya yang hina ini bermunajat Di RumahMU.  Terima kasih suamiku… Terima kasih Umi, Dato, Ibu, Bapak… Terima kasih Pak Ustd, Budi Prayitno atas bimbingan, perhatian, kasih sayang dan profesionalitas. Hatur nuhun Diana, sudah membuka mata hati saya dan menjadikan saya lebih bersyukur. Terima kasih teman-teman, saudara-saudara semua. Yakin ya, jika ini ibadah kita yang terakhir, Yakin Allah menerima ibadah kita. Dan jangan pernah berhenti berharap untuk bisa datang kembali lagi dan lagi dan lagi ke sini.

Amiin.. AMiin.. Amiin Ya Robbal'alamin Robbana Taqobal Dua'a Ya Rabb...

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh...
~Widya Madjid~

Robbana.. Aatinaa..Fidunnyaa.. Hasanah..

  Di tengah-tengah Sa'i

Tahalul ... Alhamdulillah

Berdua

Sebelum Tahajjud ... foto dulu ahhhh

With our best ustad, Pak Budi Prayitno, Khalifah.. Barakallahu Fiikum Pak...

Berdua aja, setelah Thawaf Wada, setelah berdoa bersama... dan berdoa berdua di dpn Ka'bah... What a great moment...
 

Sabtu, 23 April 2011

Justin Bieber vs. Briptu Norman Camaru

Hue he he he kenal doang dua pesohor yang saya sebutkan pada judul di atas. Betul, yang pertama saat artikel ini di tulis mungkin tengah menghibur puluhan ribu orang yang sebagian besar gadis-gadis belia si Sentul sana. Yang kedua adalah pesohor Indonesia yang selama hampir dua pekan ini menghiasa kepala seluruh orang Indonesia dengan nanyian lagu India Chaiya, Chaiya hehehe

Baik Justin dan Briptu Norman Camaru sama-sama menjadi terkenal setelah aksinya muncul di situs youtube dan diuduh oleh jutaan orang dan kemudian yang satu mendunia sementara yang satu meng-Indonesia ... maksudnya terkenal banget di Indonesia hehehehe.

Maaf saya tidak akan membahas tentang keterkenalan mereka berdua. Saya mencoba menggunakan akal dan qolbu saya untuk menelaah dan berpikir tentang pelajaran apa yang Allah Swt coba sampaikan melalui dua contoh manusia ini.


Mari kita mulai dari Justin dulu. Saya pernah melihat laporan salah satu tv swasta, bahwa Justin pernah ngamen di depan sebuah toko, di usir pula sama yang punya toko, ketika dia berusia 13 tahun ... (Pasti yang punya toko nyesel abis pernah ngusir Justin ... hehehehe). Pattie Mallette, Sang Mama, adalah orang yang sangat berjasa dalam kehidupan Justin. Setelah menjadi orang tua tunggal, Pattie bekerja membanting tulang supaya mereka berdua mampu hidup secara sederhana. Pattie harus bekerja serabutan demi Justin. Mereka tinggal di salah satu kompleks paling miskin di Stanfor, Kanada. 

Walaupun hidup pas-pasan, Pattie berusaha sangat keras untuk memberi Justin pendidikan musik yang memadai, karena Pattie sangat menyadari adanya bakal besar yang dimiliki anaknya. Pattie pun memohon kepada Allah Swt setiap hari, dan meminta izin kepada Allah Swt supaya Justin bisa berhasil. Singkat kata, Justin pun mendunia, dan akhirnya sampai juga di Indonesia. 

DOA itulah yang saya garis bawahi dari ibu Justin Bieber, Pattie Mallette. Ia tidak pernah kendur berdoa kepada Allah Swt untuk keberhasilan anaknya, setiap hari. Ia yakin bahwa Allah Swt pasti akan mengabulkan doanya. Dan doa Pattie pun di aminkan oleh Allah Swt dengan menjadikan Justin Bieber terkenal seantero dunia. Namun yang bisa di petik menjadi pelajaran adalah pengalaman kecil hidup menderita menempa Justin menjadi seorang yang kuat dan percaya diri, namun tetap rendah hati.


Baiklah kalau begitu hehehehe ... sahabattaat  bahwa DOA adalah senjatanya orang mukmin ... tahukan hal ini? Tentu tahu dong... Allah Swt pun mengharuskan kita berdoa dan berharap hanya kepadaNya, tidak boleh kepada makhluk lain .... yak betul berdoa hanya kepada Allah Swt. Namun masalahnya ... sudahkah kita berdoa dengan baik kepadaNya? Mari kita bersama-sama memperbaiki ketaatan kita kepada Allah Swt, memperbaiki doa kita, dan yakin bahwa Allah segera mengabulkannya ...

Next ... Briptu Norman Camaru ... yang kadang masih bingung ... kok bisa dia mendadak menjadi selebriti tanah air hehehehe. Tentu saja bisa karena Allah lah yang mengizinkan hal ini terjadi... karena Allah Maha Kuasa ...

Yang saya pelajari dari Briptu Norman bahwa ia ternyata punya keinginan besar yaitu.. Menghajikan kedua orang tuanya. Mungkin bagi orang lain cita-cita ini sederhana dan biasa saja. Namun saya melihatnya ini adalah cita-cita yang sangat luhur dan luar biasa. Briptu Norman berusaha mencari Ridho Allah melalui ridho orang tuanya. Ridho orang tua adalah Ridho Allah Swt. 

Luar biasa, Subhanallah, Allah mengajarkan kepada saya melalui ibu Justin Bieber, Pattie Mallette dan Briptu Norman Camaru tentang dua hal penting dalam proses kita menuju taat kepadaNya yaitu Sudah Berdoa dengan baikkah kita? Dan Sudah sejauh mana bakti kita kepada kedua orang tua kita? Dua hal yang sangat-sangat penting ... sampai-sampai Motivator terkenal saat ini Ippho 'Right' Sentosa mengatakan ... berdoa dan berharap kepada Allah Swt wajib hukumnya .... kemudian beresi dulu sepasang bidadari (orang tua dan pasangan hidup kita) ... baru lakukan ikhtiar supaya kita menjadi kaya ...

Mohon maaf, mungkin Allah mengajarkan banyak hal melalui kedua contoh di atas, karena kepala saya yang terlalu kecil ini hanya mampu menangkap dua pelajaran penting ini. 

Semoga bermanfaat.

Salam SahabatTaat

Sri Tjandra Arwati

Sukses Cara Disney

Siapa yang tidak kenal Walt Disney? Legendaris asal Amerika yang mendunia dengan karakter-karakter kartun. Bukan hanya disukai oleh anak-anak kecil, namun juga orang dewasa. Jujur aku pun salah satu penggemarnya.

"My imagination creates my reality" (by Walt Disney)......

Boleh dibilang Disney punya hidup yang sukses dalam kehidupan duniawinya. Hasil karya nyata hidupnya pun masih bisa kita nikmati sampai saat ini, malah boleh dikatakan 'beranak pinak' menjadi lebih banyak lagi dibanding saat awal Disney wafat.

Aku sempat membaca dalam 1 buku yang menyebutkan point-point cara sukses ala Disney. Menarik untuk disimak lebih lanjut dan mungkin dapat saja kita jadikan inspirasi bagi diri kita agar kita bisa SUKSES layaknya Disney, namun tak hanya manggapai sukses dunia, juga untuk mencapai sukses akhirat kita. Hidup kita di dunia kan cuma numpang lewat bin sementara.

Aku coba renungkan cara-cara sukses Disney tersebut. Apakah bisa aku aplikasikan dalam kehidupanku sebagai seorang muslim? Aku coba cari referensi hal-hal tersebut dalam Al Qur'an & Hadist Rasul sebagai pedoman hidup kita. Harapanku, rahasia sukses seorang Disney pun bisa bawa manfaat dalam rangka tujuan hidupku, mencapai Dunia Bahagia, Akhirat Surga.

5 Sukses Cara Disney:

1. Berpikir "besok"
Buatlah usaha hari ini layak untuk besok.

Berpikir bukan hanya untuk hari ini saja, tapi kudu meluas untuk sukses esok hari. Kita sekarang atau hari ini hidup di dunia, namun esok siapa yang tahu ajal seseorang? Sehingga kita pun harus siapkan 'bekal' untuk 'masa depan' kita menghadap Illahi.

Dalam menghasilkan sesuatu karya ataupun tindakan, hendakya sesuatu yang tidak hanya bermanfaat untuk saat ini saja, namun juga terus manfaat hingga di kemudian hari. Dikaiitkan dengan ibadah, berdasarkan hadist Rasul, ada 3 amal kebaikan yang tidak terputus bila seseorang wafat, yaitu: pahala atas perbuatan amal shaleh, ilmu yang bermanfaat & doa anak yang shaleh.

Perbuatan amal shaleh, artinya sesuatu bentuk sarana ataupun prasarana yang dapat kita hasilkan, berikan, sumbangkan dan manfaatkan bagi kepentingan seseorang atau beberapa orang atau masyarakat. Ini menunjukkan bahwa kita memiliki hubungan sosial berkualitas secara horizontal dengan manusia lain. Kita tidak perlu bicara amal shaleh dalam konteks kuantitas, namun yang terpenting suatu perbuatan amal shaleh yang kecil sekalipun, dengan niat baik untuk ibadah dan lillahi ta'alaa (ini yang disebut berkualitas),akan lebih bermanfaat dibanding dalam kuantitas banyak namun niatnya hanya untuk show off atau riya.

Ilmu yang bermanfaat dapat berupa hasil pemikiran yang dapat memotivasi dan memberikan inspirasi bagi orang lain sehingga dapat bermanfaat, membawa pencerahan diri dan meningkatkan kualitas diri. Hal ini dapat secara sederhana disampaikan kepada seseorang (misalkan sharing dengan teman) maupun sudah dituangkan tertulis dalam buku maupun situs/blog, sehingga bisa lebih mudah diakses oleh banyak orang.

Anak yang shaleh berarti kita sudah bisa mempersiapkan keturunan yang berkualitas, dengan harapan anak-anak kita memiliki akhlaq, perilaku dan budi pekerti yang Islami berdasarkan pedoman hidup Al Qur'an & Hadist Rasul. Subhanallah, sebuah tantangan dalam mempersiapkan sumber daya manusia yang berkualitas, di mana anak-anak kita akan siap dan bertahan/berjuang 'hidup' di masanya mereka. Anak-anak yang mencintai Sang Khaliq, Rasulullah dan orang tuanya!

Subhanallah, betapa beruntung dan bahagianya manusia bila dapat meninggalkan 3 hal manfaat yang dapat mengantarkannya pada tujuan hidup menghadap Sang Khaliq dengan bekal yang penuh untuk bisa masuk ke dalam kehidupan abadi di SURGA.

2. Bebaskan imajinasi
Kita mampu melakukan lebih dari yg kita bayangkan, jadi bayangkanlah yg paling tinggi.

Sesungguhnya setiap manusia lahir dalam keadaan yang sebaik-baiknya dengan ijin dan kehendak Sang Khaliq (At Tiin : 4). Dengan keyakinan ini, maka kita akan berupaya secara optimal dan maksimal dalam melakukan suatu hal.

Terkadang apa yang kita hasilkan dapat jauh lebih baik dari apa yang kita bayangkan di saat kita yakin akan hal itu (dengan mengaplikasikan sikap positif, pikiran positif dan hati positif), yakin Allah akan membimbing kita dengan upaya maksimal, selanjutnya pasrahkan padanya, karena HASIL AKHIR adalah cuma Allah SWT yang punya hak dan kuasanya.

Dahulukan untuk melakukan upaya dan usaha maksimal, jangan pikir dulu hasilnya. Dalam setiap upaya tersebut ada suatu PROSES yang harus kita jalani dan lalui, di dalamnya ada hikmah dan manfaat bila kita cermati. Nikmati proses tersebut, jangan hanya mau instant buru-buru mendapatkan hasil, tanpa peduli prosesnya!

Upayakan yang terbaik dengan membebaskan pikiran dan imajinasi kita dari hal-hal negatif, maka hasilnya pun akan maksimal dan lebih tinggi dari yang kita bayangkan, insya Allah. Hal ini sangat berhubungan erat dengab cara berpikir dan hati/perasaan kita yang harus POSITIF!

Bayangkan dan yakinkan bahwa kita harus mencapai bahagia plus sukses di dunia dan di akhirat! Bayangkan dalam keseharian kita bisa "FULL of IBADAH", karena memang sudah seharusnya bahwa "Hidup kita adalah Ibadah pada Sang Khaliq", maka ibadah kita untuk mencapai dunia bahagia, akhirat surga!

3. Berjuanglah untuk kualitas yang tahan lama
"Cukup baik" tidak pernah ada.

Dalam mengerjakan sesuatu, DO YOUR BEST! Lakukan selalu yang terbaik, maksimal dan optimal. Janganlah setengah hati, cukup baik ataupun lumayan!

Biasakan melakukan sesuatu dengan tujuan yang TERBAIK. Dengan demikian kita akan berusaha dan berupaya secara sungguh-sungguh, maksimal dan optimal. Tujuan utama kita harus hidup bahagia di dunia dan saat akhirat masuk ke dalam surga. Kita akan melakukan usaha yang paling top, fokus dan maksimal dengan melakukan ibadah dan amal shaleh, karena ada suatu 'tujuan penting' di akhirnya. Fokus hidup kita untuk mencapai yang TERBAIK, yaitu dunia bahagia akhirat surga!

4. Milikilah "kemampuan untuk bertekun"
Jangan pernah menyerah.

Dalam melakukan apapun untuk mencapai hasil maksimal, kita harus SABAR arti lainnya janganlah kita cepat menyerah dan putus asa. 'Sabarlah engkau dengan kesabaran yang indah, penuh rasa senang hati' (Al Ma'arij : 5).

Sabar arti asalnya adalah menahan dan mencegah. Kita bisa menahan diri dari hawa nafsu yang menggoda dan mencegah diri dari emosi yang bergejolak. Rasulullah bersabda, "agama itu terdiri dari dua bagian: syukur dan sabar".

Hal mengenai sabar, disebutkan dalam Al Qur'an pada 90 tempat dalam berbagai bentuknya, misalkan perintah untuk bersabar (Al Nahl : 127 dan Al Thur : 48), keberuntungan yang berkaitan dengan sabar (Ali Imran : 200).

Jadi sesungguhnya bila kita mampu menerapkan KESABARAN dalam keseharian kita dalam beribadah, maka tujuan utama mencapai dunia bahagia akhirat surga bukan cuma mimpi. Milikilah kemampuan SABAR, maka Allah akan bersamanya (Al Baqarah : 153). Agak sulit? Memang, tapi kita tetap harus usaha terus dan memperbaiki diri untuk bisa memiliki sabar itu!  

5. Bergembiralah
Kita tidak pernah sukses sampai kita menikmati yang kita lakukan.

Bila ingin merasa SUKSES, maka kita harus bisa menikmati setiap waktu dalam proses menuju sukses tersebut. Enjoy your life! Ya nikmati setiap momen dalam hidup kita ini, yakinkan bahwa hidup kita ini proses ibadah lillahi ta'alaa.

Di saat kita bisa menikmati suatu proses tersebut, sukses kita saat kita rasakan BAHAGIA dengan penuh ucap SYUKUR pada Illahi! Bahagia di sini bukan dalam hal standar penilaian duniawi, kuantitas memiliki materi dengan banyak aset, gelar sarjana, fisik yang cantik/tampan dan hal-hal material lainnya. Bahagia ada di dalam hati kita masing-masing, berkaitan dengan kualitas hidup kita dalam pencapaian ibadah dan amal shaleh pada Allah dan sesama manusia.

"Segala puji bagi Allah yang telah membimbing kami ke arah kebahagiaan ini, kami takkan dapat petunjuk jika Allah tidak membimbing kami. Rasul-rasul Tuhan kami telah datang membawa kebenaran" (Al A'raf : 43). Sungguh Allah yang akan membimbing umatNya untuk dapat merasakan BAHAGIA dengan ijin dan kehendakNya. Untuk itu selalu panjatkan syukur padaNya untuk setiap nikmat yang kita terima. Yakinlah Allah akan melimpahkan nikmat yang berlipat ganda saat kita selalu syukur padaNya.

Bahagia karena kita selalu bersyukur dengan apa yang Allah limpahkan dan titipkan pada kita. Sungguh nikmat apa lagi yang kita akan dustai (Ar Rahmaan). Jangan sampai kita jadi orang yang kufur atas nikmat Allah!

Dari apa yang diuraikan di atas, kita bisa banyak belajar dari cara hidup Walt Disney mencapai kesuksesan duniawinya. Bila Disney bisa sukses dengan caranya itu, kemudian kita kombinasikan dengan ketentuan dalam Al Qur'an dan Hadist Rasul, maka dapat membantu upaya kita mencapai tujuan hidup "Dunia Bahagia Akhirat Surga". Why not? Insya Allah niat baik dilancarkan Allah aaaaamiiiin.

Regina
Bandung, 8 Maret 2009

Sumber:
- Materi pengajian MT Karima
- 40 Hiasan Mukmin
- ESQ
- 1 Tiket ke Surga
- Sentuhan Kalbu, Bahan Renungan Kalbu