Hari ini aku posting sebuah tulisan tentang “Sahabat Ruhaniah”. Tepatnya tadi pagi kuposting setelah kutuliskan semalam di kertas coretanku. Semalam aku coba tuliskan setelah dapat ilham atas beberapa kejadian dalam minggu-minggu terakhir ini. Banyak yang kucoba tafakuri bersama dalam hubungan persahabatan itu. Ternyata malam itu setelah kuselesaikan draftnya, kulihat sahabatku Ratih juga telah posting sebuah catatan dengan tema yang sama!!! Subhanallah, padahal kita nggak pernah janjian mau bikin tulisan dengan tema tentang “Sahabat”, ternyata kok kita berdua bisa menuangkan pikiran kita dengan tema yang sama….
Tadi pagi setelah subuh kupindahkan draft coretanku dalam file komputer dan kuposting di Facebook. Pikir-pikir setelah membaca juga catatan yang diposting Ratih, ya ampun kita bisa membahas tentang hal yang sama, namun dengan penyampaian dan sudut pandang yang berbeda… Subhanallah, memang Allah Maha Tahu atas segalanya ya….
Kupikir memang ini kebetulan semata….wait... wait… "KEBETULAN??!! Apakah ini suatu KEBETULAN yang dilakukan oleh aku dan Ratih? Tapi aku pun tafakuri lagi, bahwa tidak ada yang terjadi dalam dunia ini terjadi secara KEBETULAN semata! Semua karena kehendak dan izin Allah. Pasti ada maksud dan hikmahnya, memang karena aku dan Ratih ternyata berada dan mengalami beberapa peristiwa tertentu. Kami berdua memang disiapkan suatu “SANTAPAN RUHANI” yang sama oleh Allah Swt, sehingga akhirnya kami berdualah yang harus menyantapnya. Untungnya setelah disantap, kami berdua kok juga tafakur terhadap “santapan” tersebut, kemudian menunya harus kami olah/masak dan kami hidangkan kembali untuk santapan sahabat-sahabat kami.
“Ya Allah, … lepaskanlah ikatan dari lidahku (agar) dapat dipahami oleh mereka.” (Surat Thaahaa ayat 25-28). Ya Allah semoga apa yang aku dan Ratih sampaikan ini dapat dipahami oleh sahabat-sahabat kami, supaya dapat diambil hikmah dan manfaatnya, supaya kami bisa saling mengingatkan dan memahami atas kejadian-kejadian yang telah terjadi di sekeliling kami dan selanjutnya mensyukuri atas semua karunia nikmat Allah Swt.
Dalam kehidupan manusia itu tidak ada yang KEBETULAN. Dalam Surat Al Insyqaaq yang intinya tentang “Terbelah”, yang menggambarkan kejadian kiamat yang sangat dahsyat. Hal tentang “Bukan suatu yang Kebetulan”, bisa dilihat dalam makna ayat 2 yaitu “Dan patuh pada Tuhannya, dan memang sudah semestinya langit itu patuh.” Terbelahnya langit merupakan suatu bentuk kepatuhan alam semesta pada KUASA dan KEHENDAK ALLAH Sang Khaliq. Tidak ada fenomena apa pun atau kejadian apa pun di muka bumi dan semesta ini yang terjadi karena KEBETULAN. Seluruhnya karena izin dan kekuasaan Allah. Karena “Allah adalah TUHAN SEMESTA ALAM” (Al Fatihah ayat 2) dan kemudian dihubungkan dengan ketentuan “Aku berlindung kepada Tuhan, Sang Pencipta Manusia, Raja Penguasa Manusia, Sembahan/Tuhan-nya Manusia” (Surat An Naas ayat 1-3). Maka jelaslah bagi manusia, bahwa kita harus tunduk dan berlindung pada Nya, karena Allah Maha Penguasa atas segala yang ada di bumi dan semesta termasuk hari akhir. Semuanya patuh pada Allah dan memang sudah semestinya manusia pun patuh pada Allah. Maka yakinlah kita bahwa apapun yang terjadi, PASTInya dengan izin, sepengetahuan dan kehendak Sang Illahi. Allahu Akbar….
Bila kita tidak patuh atas ketentuanNya… bukankah kita akan menjadi orang yang sombong? Sombong karena mengingkari ketentuan Sang Khaliq. Namun apakah yang dapat disombongkan oleh manusia, sebagai makhluk ciptaan Tuhan. Ke mana pun kita ingin lari dan bersembunyi di muka bumi ini, semuanya milik Allah! Maka sungguh nikmat apalagi yang kita ingkari sebagai makhluk ciptaanNya…?
Di dalam KEHIDUPAN manusia itu sebenarnya.... terjadi memang selalu dengan kehendak-NYA, izin-NYA, dan rencana-NYA, sehingga tidak ada yg terjadi secara KEBETULAN biasa...
(QS. Al Insyqaaq ayat 2)
Namun semua memang karena skenario-NYA, karena Dia MAHA TAHU, maka yakinlah semua yang terjadi merupakan hal yang SEBAIK-BAIKNYA untuk hambaNYA.
(QS. At Tiin:4)
Maka sepantasnyalah kita selalu BERSYUKUR atas nikmat dan karuniaNYA, jangan pernah kita dustai segala rahmat dan nikmatNYA.
(QS. Ar Rahmaan)
Dengan bersyukur, yakinlah Allah akan memberikan lebih dari apa yang kita kira... dan Allah akan memberikan kepada kita apa yang kita BUTUHKAN, bukanlah sesuatu yang kita MINTA padaNYA... karena semua yang diberikanNYA selalu ada HIKMAH di balik itu semua.. tinggal kita, bisa mengambil manfaat Hikmah tersebut secepatnya, nanti, atau malah terlewat sama sekali tanpa kesan berarti...
Semoga tulisan ini bisa menjadi pencerahan diri… Sungguh kita manusia hanyalah makhluk ciptaanNya, maka tunduk dan patuhlah akan segala ketentuan yang digariskan olehNya, jalankan kehidupan ini berdasarkan pedoman hidup yang diberikan Allah dalam Al Qur’an (dengan petunjuk pelaksana dalam Hadist Rasulullah), karena sungguh Allah adalah Zat yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang…. Ya Rahman, Yaa Rahiim…. Allah Swt sungguh sangat manyayangi dan mengasihi makhluk ciptaanNya, untuk dapat menikmati keabadian SURGA (makanya Dia berikan Al Qur’an untuk dijadikan pedoman hidup manusia), masalahnya sang manusia tersebut mau tunduk dan patuh nggak terhadap ketentuan Al Quran tersebut? Itulah yang menjadi pilihan manusia. Bila mau masuk surga, jelas dan pasti janji Allah dalam Al Qur’an.
Ya Allah, bimbinglah aku untuk menjadi salah satu tamu dalam SurgaMu….
Regina Kuntjoro-Jakti
Bandung, 11 Februari 2009
Special thanks to Tami, sahabat ruhaniah merangkap "fasilitator" parenting class programme Mutiara Bunda, Tami...nuhun pisan ya bu buat semuanya 1 paket lengkap...
Sumber:
- materi Pengajian MT Karima (Taddabur Qur’an)
- materi Parenting Class
- 1 Tiket ke Surga
- Tafsir Al Qur’an Kontemporer Juz Amma Jilid 1 & 2 (Aam Amiruddin)
Tai Allah
BalasHapus