Senin, 04 April 2011

"Bersyukurlah"

Bersyukurlah karena engkau tidak memiliki semua yang diinginkan
Jika kau miliki semuanya, apalagi yang hendak dicari?

Bersyukurlah saat engkau tidak mengetahui sesuatu
Karena hal itu memberikan kesempatan untuk belajar

Bersyukurlah atas masa-masa sulit yang engkau hadapi
Karena di sana ada kesempatan mengembangkan diri

Bersyukurlah atas keterbatasan yang engkau miliki
Karena hal itu memberikan kesaempatan untuk memperbaiki diri

Bersyukurlah atas setiap tantangan baru
Karena hal itu akan membangun kekuatan karaktermu

Bersyukurlah atas kesalahan yang kini kau sadari telah terbuat
Karena hal itu memberimu pelajaran yang sangat berharga

Bersyukurlah ketika engkau telah merasa bosan
Karena berarti engkau telah berbuat sesuatu yang berarti

Mudah mensyukuri hal-hal yang baik
Namun kehidupan yang bermakna
Dinikmati mereka yang juga bersyukur atas kesulitan

Rasa syukur bisa mengubah hal negatif menjadi positif
Berusahalah mensyukuri kesulitan yang engkau hadapi
Sehingga kesulitan itu menjadi berkah bagimu

Sumber: Tafakur

Ya Allah, pagi ini aku panjatkan syukur Alhamdulillah, karena aku bangun dari tidurku yang lelap dan bisa memulai hari ini dengan manfaat.

Tulisan di atas ini mengilhami aku untuk menuliskan sebuah kisah seorang sahabatku, yang Subhanallah ternyata minggu ini dia mendapatkan suatu kebahagiaan yang sangat, ketika satu per satu masalah (baca: ujian) yang datang padanya bisa diselesaikan dengan baik. Senangnya, aku selalu mendengar dia ucapkan, “Syukur Alhamdulillah Ya Allah” di antara ekspresi kebahagiaannya itu….

Sebut saja dia Rima. Sudah lama aku kenal dia, sungguh orangnya sangat baik dan supel. Keluarganya berkecukupan dengan 3 anak dan suami yang bekerja di salah satu badan organisasi internasional. Selama kita bergaul bersama, hidupnya tidak pernah susah, kalau kita lihat dari kacamata kita, teman-temannya. Rumah punya, mobil ada 3 keluaran Eropa, rekening dollar di beberapa bank (hehe maklum soalnya kadang aku diajak ikut menemani dia beberapa kali kalau dia melakukan transaksi perbankan), beberapa asset bergerak dan tidak bergerak, sehingga dapat kita asumsikan bahwa dia hidup sudah “sangat dicukupkan” Allah Swt (boleh dikatakan berlebih…). Alhamdulillah Ya Allah...

Sampai kemudian terjadi sekitar 3 tahun lalu, ujian diberikan Allah secara terus menerus. Anak-anaknya bergiliran keluar masuk RS, karena berbagai macam penyakit mulai panas tinggi saja, demam berdarah, thypus, dan macam-macam. Suami yang di PHK kemudian mangalami post power syndrome, sehingga hilang gairah bekerja, sampai sekarang di rumah saja, investasi di beberapa proyek ternyata gagal semua, mengalami kerugian akibat kurs valas yang hancur, ditipu orang beberapa kali, aset tanah yang harus disita, beberapa aset rumah pun harus dijual, satu per satu mobil dilego, waduh aku sudah tidak bisa membuat daftar apalagi “bentuk ujian” Allah yang datang padanya...

Subhanallah...

Rima, sosok perempuan yang cantik dan berhati lembut itu tetap halus, santun, sabar, dan tawakal. Dia terlihat sangat tabah dan gigih. Selalu saja tersenyum dan tidak mau terlihat kelihatan susah. Walaupun kadang ketika sharing dengan beberapa sahabat, dia pun bisa meleleh air matanya, tapi tidak pernah sampai menangis yang berlebihan, cukup dengan menitikkan air mata. Segala macam usaha dia lakukan untuk menyambung hidup keluarganya. Dia menjual beberapa barang yang dihasilkan oleh beberapa teman, ikut beberapa MLM dan macam-macam lagi, yang penting halal.

Untuk membuat dapur terus berlangsung, akhirnya satu demi satu aset maupun beberapa barang berharga pun dijualnya, namun itu pun berlangsung sementara saja kan…. sementara tidak ada income satu pun yang masuk! Bisa dibayangkan, bagaimana pusingnya, di saat kehidupan seperti begini, tidak ada income yang masuk, namun tetap kita harus ada pengeluaran-pengeluaran yang kudu dibayar. Life goes on, tanpa mau peduli kondisi suami yang jobless, anak-anak kudu diberikan makanan dan tingginya biaya pendidikan dan deretan panjang lainnya menanti. Rima selalu yakin, Allah tidak akan memberikan beban berat ujian melebihi kemampuan yang dia miliki... (Al Baqarah ayat 216).

Rima tetap terlihat sabar, kami teman-temannya tetap mendukung Rima, apa pun yang dapat kami lakukan untuk membantunya, kami akan lakukan. Walaupun kami tidak bisa membantu dalam jumlah besar, namun di sela-sela kegiatan dia sebagai ibu, istri, wanita kurir (karena dia sebagai supir antarjemput anak-anaknya dengan 1 mobil yang tersisa) dan juga sebagai pencari nafkah, kami selalu mengingatkan Rima untuk selalu datang ke forum pengajian dan parenting class yang insya Allah dapat membantu menguatkannya dalam menghadapi ujian hidup dari Allah ini. Suaminya pun tak bergeming untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah (semoga suaminya mendapatkan hidayah dari Allah secepatnya!) dan mengambil alih tugas dia sebagai ‘wanita kurir’, malah kadang menyatakan keberatan kalau dia pergi menghadiri pengajian atau parenting class, namun Rima tetap yakin, bahwa Allah akan memberikan solusinya. Shalat semakin khusyu, puasa senin-kamis, bersyukur atas adanya pertolongan Allah yang tiba-tiba untuk ujian-ujian yang “kecil” (walaupun tidak seketika menuntaskan masalah yang masih banyak tersebut) dan beberapa bulan belakangan ini dia rajin lakukan sedekah, walaupun dalam nilai yang tidak seberapa. Dia terus bersyukur atas setiap kejadian dalam hidupnya.

Singkat cerita, akhirnya minggu ini dia bisa nyatakan bahwa, “Syukur Alhamdulillah…. hari ini merasa sangat bahagia, karena Allah telah memberikan solusi untuk satu ujian terbesarnya!” Hari itu dia senaaaaang sekali, terlihat dari wajahnya yang cantik. Ternyata, Allah telah mengirimkan bantuannya melalui kemurahan hati beberapa orang yang bisa memberikan jalan keluar untuk masalah yang ia hadapi. Maaf saya tidak bisa menceritakan secara detail bagaimana solusi Allah itu terjadi, di sini, namun yang jelas Allah sangat Maha Pengasih dan Penyayang. Misalnya, uang sekolah anak-anaknya akhirnya bisa dibayarkan (kebayang sudah berapa banyak tunggakannya!) dan dia bisa menebus kembali beberapa asset yang sudah tergadaikan, paling tidak, pertolongan itu bisa membantunya beraktivitas kembali.

Dari kisah hidupnya Rima sahabatku itu, aku belajar dan mengambil himahnya, bahwa dengan panjatkan syukur selalu dan yakin bahwa Allah akan berikan jalan keluar, satu demi satu ujian hidupnya dapat diselesaikan dengan baik dan LULUS. Dengan masa-masa sulit yang terjadi, Rima sangat mensyukuri setiap nikmat Allah yang mungkin buat sebagian orang tidak ada nilainya. Mensyukuri nikmat dari mulai hal yang kecil. Kesulitan uang yang Rima hadapi, membuat dia lebih kreatif dan gigih dalam mencari nafkah untuk tetap jalankan tuntutan hidup. Saat suaminya protes untuk kegiatan dia mendatangi pengajian dan parenting class, tidak membuanya surut semangat, malah dia semakin gigih mencari ilmu untuk bekal mendukung permasalahan yang Rima hadapi. Ujian hidup yang Allah berikan, membuat Rima menjadi seorang perempuan yang kuat dan malah bisa melakukan beberapa peran sekaligus, dan untuk itu, Rima selalu ucapkan syukur masih diberikan kesehatan oleh Allah, Subhanallah!!  

“Tuhan mengalihkanmu dari perasaan yang satu ke yang lain dan mengajarimu dengan hal-hal yang bertentangan, sehingga kau akan punya 2 sayap untuk terbang, bukannya 1.” (Rumi).

“Maka sesungguhnya, bersama kesulitan ada kemudahan. Sungguh bersama kesulitan ada kemudahan.” (Al Insyirah ayat 5-6).

Semoga kita semua dapat mengambil manfaat dari kisah hidup Rima, sahabat kita. Jangan pernah jauh dariNya, walaupun Allah memberikan ujian hidup bertubi-tubi, tetap SABAR dan selalu panjatkan SYUKUR ALHAMDULILLAH, tetap ibadah dan dekatkan diri padaNya, perbanyak lakukan ibadah kepada Allah dengan keyakinan Allah akan bukakan pintu-pintu masalah yang ada...

Yakinlah Allah Maha Tahu akan segalanya dan BERSABARLAH….. Rasulullah berkata, “Permohonanmu akan dikabulkan jika kau bersabar dan jika kau tidak berkata, “Aku sudah memohon tetapi permohonanmu tidak didengar” (Hadits Rasulllah sebagaimana diriwayatkan Al Bukhari, Muslim, Abu Daud dan At Tarmidzi).

Regina
Bandung, 12 Februari 2009

Buat seorang sahabatku, untuk semua kejadian dan ujian hidup yang telah dan masih diberikan Allah, semoga Allah akan selalu membimbingnya dalam jalan lurus dan melapangkan cita-citanya mencapai DUNIA BAHAGIA AKHIRAT SURGA aaaamiiiiin….!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar