Dear ..... anybody…
Bulan Januari ini banyak banget kejadian-kejadian yang bisa bikin saya terharu, bergetar, (*lebay) dan makin memahami cara-cara Allah menyentuh qolbu saya..
Salah satunya... (satu ajaa... yang lain terlalu pribadi...)… beberapa minggu ini saya sedang disibukkan dengan satu kerjaan yang menuntut perhatian lebih, ketelatenan, tantangan, dan dana yang cukup besar...
Kerjaan atau anggap aja 'proyek' ini sebagai barometer karya dan kerja keras saya selama beberapa tahun saya jalani.
Tertantang, sudah pasti... Saya ingin menampilkan hasil yang terbaik untuk usaha saya, tapi hasil yang tetep "Widya/Iwit bangeeet" style...
Rasanya tidak ada yang kurang.
Kerja keras ... sudah,
Ikhtiar yang ngga akan berhenti ... itu pasti, karena sudah masuk dalam salah satu daftar komit saya dengan Allah.
Dukungan dari suami.. Alhamdulillah.... si soleh kasep bageur selalu mendukung.
Team Work selalu insya Allah bisa diandalkan, siap bekerja keras.
Ternyata masih ada satu yang kurang... which is: MODAL booooooo...... uhhuuuuuyyyy....
Berhubung baru pindahan rumah, de el el...de el el... Alhamdulillah finacial kita agak-agak gimana gituuu..
Coba tambah modal dengan jalan ini, mentok... lewat jalan itu... ko' ya sayang... Mau nekat ... ko' musti sampe segitunya yaa??...
Seperti biasa.. disaat Qiyamul Lail saya mengadu... seperti umumnya.... minta rezeki, minta dibukakan jalan, minta cepet-cepet jualan laku dll... yang ujung-ujungnya mengarah ke uang... (sok tau banget yaa.. ko' saya yang atur harus begini, begitu..)..
Katanya ngadu sama Allah, ko' malah ngatur Allah.. (batin saya saut-sautan begitu sambil mulut komat kamit minta sama Allah..)..
Kalau begitu, udah jelas NYASAR... pikiran, hati dan yang diminta aja udah beda track-nya..
Sampai 2 hari yang lalu.. Setelah Sholat witir sebelum tidur, saya telfon ibunda tercinta (Semoga Ummi selalu dlm Rahman Rahim Allah).....
Saya bilang, .."Umm, bantu doa yaa, Qwit lagi perlu bantuan.. lagi agak repot Mam.. (kadang saya panggil ibu dengan Mammy atau Ummi)..."
Trus saya bilang, " Mam, maafin kesalahan-kesalahan qwit ya... Semoga Mam mau maafin, supaya ikhtiar Qwit lancar karena ridho Allah..." (and my tears almost drop, now..)
Ummi jawab, "Nak, tidak usah kamu minta maaf, Mammy sudah maafkan. Mammy tidak pernah menyimpan marah sama anak-anak mammy. Sama orang lain saja Mam ngga dendam apalagi sama anak sendiri..."
(Alhamdulillah, batin saya menjawab)
Ummi lanjut lagi bicara (karena saya sedang speechless), "Ummi doakan kamu terus, terutama menghadapi kerjaan kamu yang satu ini, Semoga sukses Nak, berkah Allah selalu kamu dapatkan, ridho Allah sudah ummi kasih..." (Ridho Allah = ridho orang tua dan sebaliknya..)
(Subhanallah... fabi ayyi alaa irobbikumatukazzibaan)..
Lalu, Ummi bilang.. "Mbak, tau ngga tadi dipengajian Ummi, kamu ditanyain sama ustadzah... katanya, Bu Nur kemarin putrinya yang membuka taklim ya?" (kebetulan beberapa minggu lalu adik saya pindah rumah dan adakan tasyakur, saya yang membuka taklim)
Ummi bilang "Iya Bu, putri saya yang no.3..", . Trus ustadzah tanya nama saya, dan sedikit informasi tentang saya..
(ge er dikit, bolega???...)
Ummi lanjut cerita, "Mbak, waktu pengajian mau ditutup, ustadzahnya pimpin doa khususon buat kamu mbak.. doanya, Semoga Ananda Widya, putri Ibu Nur dinaikan derajatnya, dimudahkan usahanya, dijadikan wanita soleha, semakin tawadhu dan istiqomah, rumah tangganya diberkahi Allah SWT..." (amiinnnn..)
Subhanallah.....
Alhamdulillah.....
Laailahaillahu.....
Allahu Akbar.....
Allah jawab doaku... dengan cara "Nya"....
Saya dapat rezeki tak terduga..
Doa dari ibu-ibu yang ada di dalam taklim...
Yaa Rab Yaa Karim... Sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangi putra-putri mereka, angkat derajat mereka, ampunai dosa-dosa mereka sebelum mati, ampunan pada saat mati, dan ampunan sesudah mati...amiinn...
Allah selalu memberi apa yang kita BUTUHkan, bukan apa yang kita MINTA...
Allah Selalu tahu apa yang terbaik untuk ummatnya..
Untuk saya saat ini, ternyata saya butuh bantuan doa ...
Doa dari banyak orang .. jelas sekali terasa.Ulang tahun kemarin, 11 Januari lebih dari 100 teman, saudara di FB mendoakan saya..
Sekarang saya didoakan lagi ...
Rezeki tak terduga... betul-betul rezeki tak terduga...
Rezeki itu tak terduga... waktunya, nilainya, wujudnya, artinya...
Buat banyak orang mungkin ini ngga ada artinya.. Tapi buat saya, ini cara Allah menyentuh qolbu saya, mengajak saya untuk Iqro dan kemudian berTafakur...
Rezeki tidak selalu berupa harta, itu sudah sering kita dengar..
Tapi rezeki dunia bisa kita pakai untuk jalan kita menuju surga.
Jangan menyimpan dunia di hati, tapi simpan dunia di dalam genggaman...agar kita mudah mengontrolnya. Agar dunia tidak menguasai hati kita..
Hasbunallah, cukup Allah sebaik-baik penolongku...
I love You Ummi... Semoga Ummi semakin dimuliakan di mata Allah, dan engkau memang semakin mulia di mataku...
Doaku selalu untuk Ummi di setiap sujudku....
Semoga Bermanfaat
Widya Madjid
Ditulis pada 24 Januari 2010
Mbak Widya, thank you untuk mengingatkan bahwa ridho ibu adalah ridho Allah Swt. Kadang kita suka lupa untuk selalu mengatakan maaf dan maaf kepada ibu kita, karena doa beliaulah, Allah juga akan ridho kepada kita. Terima kasih banyaaakkkk ya Mbak.
BalasHapus