Senin, 04 April 2011

"Esok Tak Pernah Datang"

Assalaamu 'alaikum • Just sharing

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu terlelap tidur, Aku akan menyelimutimu dengan lebih rapat dan berdoa kepada Tuhan agar menjaga jiwamu.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kulihat dirimu melangkah keluar pintu, Aku akan memelukmu erat dan menciummu dan memanggilmu kembali untuk melakukannya sekali lagi.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya kudengar suaramu memuji, Aku akan merekam setiap kata dan tindakan dan memutarnya lagi sepanjang sisa hariku.

Bila kutahu ini akan menjadi terakhir kalinya, aku akan meluangkan waktu ekstra satu atau dua menit, Untuk berhenti dan mengatakan “Aku mencintaimu” dan bukannya menganggap kau sudah tahu.

Jadi untuk berjaga-jaga seandainya esok tak pernah datang dan hanya hari inilah yang kupunya,  Aku ingin mengatakan betapa aku sangat mencintaimu dan kuharap kita takkan pernah lupa.

Esok tak dijanjikan kepada siapa pun, baik tua maupun muda. Dan hari ini mungkin kesempatan terakhirmu untuk memeluk erat orang tersayangmu.

Jadi, bila kau sedang menantikan esok, mengapa tidak melakukannya sekarang?

Karena bila esok tak pernah datang, kau pasti akan menyesali hari.

Saat kau tidak meluangkan waktu untuk memberikan sebuah senyuman, pelukan atau ciuman. Dan saat kau terlalu sibuk untuk memberi seorang yang ternyata merupakan permintaan terakhir mereka.

Jadi, dekap erat orang-orang tersayangmu hari ini dan bisikkan di telinga mereka, bahwa kau sangat mencintai mereka dan kau akan selalu menyayangi mereka.

Luangkan waktu untuk mengatakan “Aku menyesal”, “Maafkan aku”, Terima kasih”, atau “aku tidak apa-apa”

Dan bila esok tak pernah datang, kau takkan menyesali hari ini…..

By NORMA CORNETT MAREK

Sahabat Taat....

Puisi ini adalah puisi favorit Richard Carlson, yang aku kutip dari bukunya “AN HOUR TO LIVE, AN HOUR TO LOVE”. Whatta  great book!!

Sungguh memang waktu berjalan tidak akan tahu kapan berakhirnya, sebuah misteri. Usia kita pun tak tahu punya jatah berapa di dunia ini. Sehingga kita pun harus benar-benar memanfaatkannya dengan baik dan benar.
 
Puisi ini bukan terbatas hanya untuk suami/istri saja. Bisa buat orang tua, anak, saudara, sahabat, juga buat diri sendiri! Setelah membaca buku tersebut, justru awalnya, aku merasa terhenyak, saat kuteringat almarhum ayahku (my daddy), betapa aku merindukan dia…. Cepat banget waktu berlalu sejak dia meninggal tahun 1987 lalu! Apakah aku benar-benar sudah menjalani peranku sebagai anak yang baik untuk daddy selama hidupnya? Waktu kami memang singkat saat itu. Apakah aku cukup memberikan perhatian dan ungkapan sayang padanya? Apakah aku benar tidak mengecewakannya? Ya Allah, semoga Kau berikan daddy tempat terindah di sisimu. Daddy meninggal begitu mendadak di penghujung Juni 1987 karena stroke. Mungkin sama dengan kejadian Richard Carlson yang pergi secara mendadak. Semoga kebersamaan kami sebagai anak-ayah itu selalu menjadi indah dan berkualitas. Walaupun dalam kurun waktu kebersamaan yang singkat, semoga aku bisa membahagiakan hati daddy, menjadi anak yang dapat dibanggakannya dan menjadi anak yang shalehah….. aaaamiiiin.

WAKTU! Ya, kita tak akan tahu berapa lama waktu yang kita miliki. Waktu kita yang ada bisa dibagi menjadi 3 waktu, yaitu:

1. waktu yang telah lalu;
2. waktu sekarang yang kita miliki;
3. waktu yang akan datang;

Waktu yang benar-benar kita miliki adalah waktu yang TELAH LALU dan waktu yang SEKARANG dijalani. Apakah benar waktu-waktu tersebut telah kita isi dan manfaatkan dengan baik dan benar? Dengan muhasabah, mungkin akan membantu kita untuk evaluasi diri. Hidup ini apa telah kita isi sebagai suatu “Ibadah dan Amal Shaleh” sehingga bisa menjadi tabungan akhirat kita nanti? Subhanallah…. Kita harus bergegas mengisi waktu yang tersisa ini dengan melakukan ibadah, karena HIDUP ADALAH IBADAH sebenarnya. Hidup kita sebagai manusia adalah sebagai pengabdian pada Allah Sang Pencipta. Allah menjadikan kita khalifah di muka bumi ini. Jadi apakah kita harus mengabaikan "keberadaan" kita di dunia ini memang hanya sebagai mahlukNya untuk mengabdi padaNya? Pengabdian kita kepada Sang Khaliq dapat dikatakan sebagai IBADAH. Maka janganlah menunda segala hal yang dapat mendekatkan kita padaNya, karena Allah tempat kita kembali. Kenapa mesti menunggu? Kita tidak tahu 1 detik di depan akan ada kejadian apa terhadap kita.

Waktu yang akan datang, bukanlah milik kita seluruhnya, karena kita belum menjalaninya.
Masih dalam konteks “FUTURE” yang belum ada dalam genggaman kita. Masih belum diisi dan dilukis, hidup yang akan datang itu. Masih rencana judulnya. Maka rencakanlah sebaik-baiknya. Supaya kita bisa mengisinya, melukisnya dan memanfaatnya dengan hal-hal yang baik dan benar. Apa yang bisa kita lakukan SAAT INI dan SEKARANG? Lakukanlah dengan niat Lillahi ta’alaa dan menjadi AMAL SHALEH, sehingga akan menambah “Tabungan Akhirat” kita. Bagaimana mungkin aku mau kembali padaMu Ya Allah, tapi aku tidak memiliki “Tabungan Akhirat” yang cukup? Bisa melakukan kebaikan kepada orang-orang yang kita sayangi, betapa bahagianya kita…. Apakah kita juga sudah cukup melakukan yang hal terbaik untuk orang-orang terdekat dalam lingkungan kita?

Aku masih punya ibu (mama), daddy Dady juga ibu mertua. Semoga di sisa umurku ini, aku bisa terus membahagiakan mereka semua, menjadi amal shaleh ladang pahala. Ya Allah, jadikan kami sebagai anak-anak shaleh bagi orang tua kami. Mudahkan, ringankan, lapangkan, dan lancarkan urusan dan perkara apa pun yang dapat mendekatkan kami dengan orang tua kami dalam niat ibadahMu.

Semoga aku juga bisa terus menyayangi dan melimpahkan perhatian serta  membahagiakan suamiku (insya Allah sebagai pasangan ruhaniahku) dalam pernikahan yang kami jalani dan anak-anakku tercinta (sebagai ladang amal shalehku), bersama-sama mencapai dunia yang bahagia serta surga di akhirat nanti…..

Aku ingin memberikan hal terbaik bagi semua orang yang menyayangiku. Semoga Allah pun akan melancarkan niat baikku ini…Aku ingin menjadi “MANUSIA TERBAIKMU” saat aku kembali padaMu Ya Allah. “Sesungguhnya, orang-orang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka itu adalah sebaik-baiknya makhluk.” (S. Al Bayyinah ayat 7).

Regina
Bandung, 18 Februari 2009


(Buat Almarhum Daddy, you are d BEST! I love U……)

1 komentar:

  1. berkaca2 baca puisi diatas T_T TFS yah, regina :)
    aku ijin copas buat note di fesbuk (buat reminder aku sndr). aku cantumin juga taken from this blog.

    BalasHapus